Ini Dia Yang Menyebabkan Pariwisata Di Banyuwangi Semakin Berkembang

Banyuwangi adalah tujuan wisata di Indonesia yang terus berkembang saat ini. Selain memiliki keindahan alam dan keragaman budaya melalui berbagai festival, ada faktor lain yang membuat wisatawan mengunjungi daerah ini sebagai moncer, yang meningkatkan jumlah penerbangan ke wilayah tersebut.
Bupati Banyuwangi sendiri menghargai penambahan jadwal penerbangan ke dan dari Banyuwangi. Hal ini, menurut Anas, menunjukkan pasar Banyuwangi terus berkembang, apakah pasar pariwisata ingin pergi berlibur atau mereka yang memiliki kepentingan bisnis.

Baca juga : bali driver, lembongan island tour dan ubud tour
Saat ini, ada lima rute rute Jakarta-Banyuwangi (PP) yang dibuka oleh tiga maskapai penerbangan Indonesia. “Kami berada di Banyuwangi untuk terus membersihkan tempat ini untuk membuat tempat ini nyaman dan layak dikunjungi, ini telah menjadi hasil dari peningkatan penerbangan di sini,” kata Anas.
Sementara itu, perwakilan Citilink Banyuwangi, Dadang Teguh, mengatakan penambahan rute penerbangan baru dari Jakarta ke Banyuwangi membuat mobilitas mobilitas lebih leluasa, dengan ketersediaan kursi harian menjadi meningkat.
Citilink sendiri beroperasi dua kali sehari, sumbu Banyuwangi-Jakarta setiap hari beroperasi pada pukul 09:15 (QG703) dan 15:45 (QG701). Penerbangan ini berlaku mulai Kamis (31/5).
“Saat ini, jadwal dari Banyuwangi sudah menjadi standar, yaitu pagi dan sore, berlaku mulai Minggu (3/6),” kata Dadang.

Pariwisata Terus Tumbuh
Salah satu pesawat maskapai Citilink ditempatkan di area Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Selasa (28/11). Penutupan Bandara Ngurah Rai diperpanjang 24 jam hingga Rabu (29/11) karena dampak letusan Gunung Agung. (Liputan6.com/Dii Divianta)
Jadwal penerbangan sebelumnya dari Banyuwangi Citilink ke Jakarta telah mengalami perubahan. Dampak teknis karena alasan teknis. Dengan kode penerbangan QG, penerbangan pagi dari Banyuwangi direvisi. Mulai Rabu (6/6) besok, rencana keberangkatan QG703 berjumlah jam 11.20 malam. Dadang menekankan bahwa waktu keberangkatan dari Banyuwangi adalah permanen.
Jadwal dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) untuk penerbangan pagi pukul 05.25 pagi dengan pesawat QG700. Penerbangan tengah hari pukul 12.00 dan menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan QG702. “Jika agenda penerbangan dari Jakarta juga paten,” kata Dadang.
Peningkatan jumlah penerbangan sejalan dengan pertumbuhan wisatawan ke The Sun Rise of Java. Faktor kursi atau kursi kursi dari rute Banyuwangi ini telah mencapai 80 persen per hari.
Dadang juga mencontohkan, penambahan jadwal penerbangan ini tidak dipengaruhi oleh momentum Lebaran. Jadwal penerbangan akan tetap. Citilink mengklaim, rencana untuk meningkatkan penerbangan harian telah direncanakan sejak Mei lalu. Untuk mendukung kapasitas dan kapasitas transportasi, Citilink juga akan mengaktifkan mode airbus setelah meningkatkan landasan bandara Banyuwangi.
“Jadwal ini akan digunakan secara berkala. Untuk Lebaran masih sesuai aturan yang berlaku. Jika pengungsi sudah siap, kami akan menangani Airbus ke Banyuwangi. Jelas, penambahan jumlah penerbangan ini sebagai respon terhadap kebutuhan pasar. Jadi aliran wisatawan ke Banyuwangi sangat bagus,” kata Dadang.

Menjawab Menteri Pariwisata
Dalam konferensi pers akhir tahun ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan pertumbuhan data pariwisata pariwisata ke Indonesia selama setahun. (Dokumen Kementerian Pariwisata).
Penambahan jumlah penerbangan tetap ini mendapat respon positif dari Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengungkapkan, Citilink dengan cepat merespon potensi pasar membaca.
“Pertumbuhan pasar Banyuwangi cepat,” kata Citilink dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu. 6).
Menpar juga membuka formulasi untuk meningkatkan jumlah kapasitas pengangkut. Rumusnya adalah 3S. Ada yang ringkas, kecepatan, dan pintar. Untuk memenangkan pasar pariwisata, kerumitan semua elemen diperlukan. Diperlukan kecepatan untuk memenangkan persaingan di depan. Karena itu, kecepatan akan mengalahkan gerakan lambat. Kemudian, berbasis digital cerdas.
“Konsep 3S harus dilakukan dengan hati-hati, semua pemangku kepentingan harus solid, solid, bersatu, dan bersemangat untuk bergerak maju, dan Indonesia adalah Malaysia dan Thailand karena ukurannya, keberlanjutan, dan penyebarannya masih naik. Banyuwangi di seluruh dunia dan ini adalah aspek digital yang berkelanjutan. Digital sangat penting untuk menjadi lebih personal, profesional, dan global, “katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *