Air dan Pipa Sumber Penyakit Pada Udang

Sumber Penyakit Pada Udang

Sumber Penyakit Pada Udang – Pintu masuk penyakit selanjutnya adalah media budidaya, yakni air. Sterilisasi air, baik dengan bahan kimia maupun ozonasi sudah menjadi SOP wajib hatchery. Technical Excecutive Disinfection Lanxess Energizing Chemistry, Setiawan Aditia, tidak menyangsikan sistem sterilisasi air di hatchery. Namun menurutnya, ada bagian yang sering luput dari perhatian untuk dibersihkan, yaitu pipa. Menurut Aditia, selama ini pembudidaya fokus pada wadah dan air input (surface desinfection). Sementara pipa-pipa yang digunakan sering kali luput dari maintenance (perawatan). Selama ini orang kadang lupa kalau itu udah bertahun-tahun, klorin kadang masih ada. Karena dia tidak bisa membunuh biofilm itu, Jelas Aditia.

Biofilm merupakan lapisan tipis yang berbentuk seperti kerak. Lapisan ini biasanya berwarna putih kekuningan. Salah satu karakteristik lapisian ini adalah sulit dihilangkan meskipun sudah dikerik. Sekilas lapisan ini seperti lapisan kapur. Tetapi lapisan tersebut bisa menjadi tempat yang aman bagi patogen untuk berlindung. Menurut Aditia, jenis desinfektan untuk membersihkan biofilm ini relatif masih jarang. Efektivitas pembersihannya pun tidak sebentar.

Desinfeksi pipa-pipa ini sudah mulai di terapkan di negara Thailand. Ia pun menganjurkan kepada beberapa pelanggannya untuk menerapkan proses tersebut. Di Indonesia saya coba di beberapa tempat, ujarnya. Menurut Aditia, metode ini dipercaya dapat meningkatkan produktivitas hatchery sebesar 20 – 30 persen. Penerapan desinfeksi ini, lanjut Aditia, yaitu dengan mengalirkan desinfektan ke seluruh pipa-pipa yang digunakan di hatchery. Ia menganjurkan untuk menggunakan kombinasi jenis desinfektan. “Biasanya mereka (pembenih) pakai HCl atau klorin, atau dua-duanya, ucap Aditia.

Campuran bahan lain seperti asam organik, oksidator, surfaktan, dan lainnya dapat menjangkau berbagai jenis patogen. Selain melalui induk, pakan, dan air, potensi penyebaran patogen di hatchery juga bisa dibawa oleh manusia. Hal ini diungkapkan oleh praktisi pembenihan udang, Ruslan Yaasin. Menurutnya, konsep biosekuriti di hatchery mencakup seluruh aspek, termasuk sumberdaya manusia yang bekerja di lokasi. Untuk mengurangi keluar masuk karyawan dari dan menuju lingkungan hatchery, Ruslan mempunyai cara tersendiri. Ia menganjurkan kepada karyawan hatchery untuk membawa serta keluarganya tinggal di lingkungan hatchery dibanding harus keluar masuk dengan intensitas yang tinggi. Keluar masuk orang pun harus diperketat dan dibatasi. Bahkan Ruslan bisa saja mencegah orang yang berasal dari tambak.

Makanya orang petambak itu gak boleh masuk hatchery, terlarang itu. Tambak kan terbuka, paling banyak kontaminasinya,” alasan Ruslan. Penerapan biosekuriti di hatchery, sambung Ruslan, perlu mendapatkan perhatian serius dan konsisten. Pasalnya siklus di hatchery sendiri relatif singkat. Di hatchery itu lebih terfokus pada SOP. Karena umur siklusnya itu gak lama. Setelah PL 10 keluar. Paling tinggi PL 18, jelasnya. Karenanya hasil maksimal hanya bisa didapat dari disipilin penerapan SOP, termasuk biosekuriti.

Pertambakan merupakan ladang uang bagi petani saat panen, sebab itulah udang yang dipelihara harus di jaga sebaik mungkin supaya terhindar dari penyakit dan pencurian yang memberikan dampak kerugian bagi petani moderen dan tradisional. Guna menjaga keamanan pada tambak tersebut harus dilengkapi dengan genset yanmar 10000 watt silent yang mampu memberikan listrik selama listrik dari pusat (pln) terganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *