Kampung Batik Laweyan Solo, Wisata Belanja Batik di Solo

Jadi sentral batik, Solo mempunyai dua tujuan wisata bersejarah yang harus didatangi. Dua tempat yang sejak dahulu jadi tempat tinggal beberapa entrepreneur batik di Solo, yakni kampung batik Laweyan serta kampung Batik Kauman. Ke-2 kampung sekarang jadi kampung budaya sekaligus juga tempat berburu beberapa type batik.

Di ke-2 kampung batik ini kita dapat lihat beberapa pekerjaan yang terkait dengan pembuatan batik. Dari mulai membatik kain, membersihkan, sampai pasarkan. Bahkan juga buat yang ingin coba membatik, dalam tempat ini ada tempat belajar membatik.

Ketika kalian lagi berwisata di Solo, jangan lupa untuk singgah ke Jogja untuk menikmati wisata alam Jogja yang benar – benar indah dan ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing.

Kampung Batik Laweyan, Lebih Berwarna

Kampung Batik Laweyan Solo

Kampung Batik Laweyan Solo

Nama Laweyan digunakan untuk menyebutkan grup warga tersendiri, yakni yang diketahui jadi grup golongan kaya atau Wong Nglawiyan. Berarti orang yang berlebihan atau kaluwih-luwih dalam semuanya, khususnya dalam soal keperluan hidup atau harta kekayaan. Hal tersebut karena disebabkan wilayah itu jadi pusat perdagangan batik serta rumah beberapa entrepreneur batik catat Jawa.

Kampung Batik Laweyan seluas 24,83 hektar, sejumlah besar penduduknya kerja jadi pedagang atau pembuat batik. Kampung batik ini jadi simbol batik Solo semenjak era ke-19 saat asosiasi pedagang kali pertamanya dibuat, yakni Sarikat Dagang Islam (SDI) yang dibangun oleh Haji Samanhudi pada 1912. Sampai saat ini ada seputar 250 motif batik ciri khas Kampung Batik Laweyan telah dipatenkan dengan ciri khasnya, yang tawarkan batik warna lebih jelas.

Style arsitektur kampung batik Laweyan jadi daya tarik tertentu buat pelancong. Dinding tinggi serta gang-gang sempit jadi ciri-ciri ciri khas kampung batik ini. Bangunan rumah pedagang batik Laweyan banyak dikuasai oleh arsitektur Jawa, Eropa, Cina serta Islam. Bangunan elegan ini jadi ciri kejayaan saudagar batik asli pribumi Laweyan pada saat itu serta diketahui dengan panggilan “Gal Gendhu”.

Tidak cuma jual batik, di Kampung Batik Laweyan mempunyai paket wisata workshop membuat batik. Di sini dapat ikuti pelatihan singkat dalam tempo seputar 2 jam serta hasilnya dapat dibawa pulang. Tidak hanya workshop singkat buat pengunjung, ada pula kursus membatik dengan intens buat yang ingin memahami tehnik pembuatan batik catat serta cap.

Di sini kita dapat juga nikmati kuliner ciri khas Solo, Seperti kue ledre, apem serta makanan ciri khas Solo yang lain, sekalian enjoy dapat nikmati percakapan di wedangan di ruang Kampung Batik Laweyan. Diantaranya ialah Wedangan Rumah Nenek, yang menyiapkan tempat dengan ide bangunan joglo berarsitektur Jawa-Belanda, yang dapat di nikmati sampai jam 12 malam.

Baca juga : Museum Sonobudoyo Jogja

Kampung Batik Kauman, Motif Classic Keraton

Menurut sejarahnya, Kampung Batik Kauman ialah pemukiman golongan abdi dalam Keraton Kasunanan yang menjaga adat lewat cara membatik. Kampung ini satu diantara perkampungan paling tua di Solo dimana kejayaan usaha batik serta syiar agama Islam jadi satu kesatuan. Kauman dibuat waktu Raja Keraton Surakarta Paku Buwono III membuat Masjid Agung Keraton, ini terdapat persis disamping samping barat alun-alun Keraton Solo pada tahun 1763-1788.

Kauman mulai jadi pusat kampung batik, saat keraton memerintah beberapa abdi dalam yang ditugaskan membuat batik tinggal disana. Keraton memerlukan sandang batik, hingga abdi dalam yang biasa membatik diperintah tinggal di Kauman supaya lebih dekat sama keraton. Sejak saat itu lalu ada pengusaha-pengusaha batik di Kauman.

Dibanding dengan Laweyan, batik Kauman lebih tampilkan motif batik classic yang didasarkan pada pakem atau standard keraton. Motif batik Kauman lebih merepresentasikan motif batik yang dipakai di Keraton Kasunanan.

Dalam perubahannya, sampai saat ini Batik Kauman mempunyai 3 type batik yakni batik classic dengan motif pakem (batik catat) sebagai produk favorit Kampung Batik Kauman, batik cap serta batik gabungan cap serta catat.

Di kampung ini sekarang ada lebih dari 30 industri batik. Tidak cuma berbelanja, kita dapat berhubungan serta lihat proses produksi batik dan belajar membatik. Kampung Batik Kauman dengan arsitektur bangunan tua style Jawa-Belanda, rumah joglo serta limasan mempunyai akses jalan kampung berbentuk gang-gang sempit, serta masjid besar, jati diri kampung itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *