8 Fakta Mengejutkan Tentang Anak Gemuk

Kegemukan atau obesitas adalah sebuah kondisi ketidakseimbangan jumlah kalori, yakni jumlah kalori yang masuk dari makanan dan minuman lebih besar ketimbang jumlah kalori yang dikeluarkan untuk tumbuh kembang, metabolisme, dan beraktivitas. Ada beberapa fakta menarik tentang kegemukan. Fakta-fakta ini semoga dapat menggugah orangtua untuk segera mengambil langkah-langkah berarti demi mengatasi dengan bijak kegemukan yang dialami sang buah hati.

Berikut Fakta-fakta tersebut:

  1. Gemuk bukan selalu disebabkan gen. Memang banyak penelitian menemukan bahwa gen dan hormon kenyang-lapar berperan dalam terjadinya kegemukan. Tetapi peran terbesar penyebab kegemukan adalah pola makan dan pola aktivitas fisik.
  2. Anak gemuk memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas yang menetap saat beranjak dewasa. Menurut penelitian, anak 6—8 tahun yang menderita obesitas memiliki risiko 10 kali lipat untuk mengalami obesitas saat dewasa dibandingkan anak-anak yang sewaktu kecilnya tidak obesitas.
  3. Anak dengan obesitas dapat mengalami sindrom metabolik, yakni kumpulan faktor risiko atau ketidaknormalan yang berhubungan erat dengan resistensi insulin (gangguan kerja insulin) sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2.
  4. Obesitas memengaruhi pergaulan anak. Bila di sekolah dan di rumah anak terus disindir sebagai anak gemuk atau dicemooh dengan nama panggilan “gendut” atau “gembul” , ia akan mengaitkan panggilan tersebut dengan konotasi negatif pada dirinya.
  5. Bobot anak yang berlebihan dapat menghambat perkembangan dan aktivitas bayi/anak. Contoh, bayi 8 bulanan yang biasanya sudah bisa duduk, karena badannya kegemukan jadi belum bisa duduk.
  6. Penelitian menunjukkan adanya hubungan kurang tidur dengan pertambahan berat badan. Untuk itu jangan biasakan anak-anak begadang. Pastikan buah hati tidur berkualitas selama 9 jam sehari.
  7. Obat-obat tertentu, seperti: steroid dan beberapa antidepresi, bisa menyebabkan penambahan berat badan.
  8. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, pada 2013, prevalensi balita gemuk secara nasional di Indonesia adalah 11,9%. Hal ini menunjukkan penurunan dari 14,0% pada 2010. Tapi ironisnya, balita di daerah justru memiliki masalah gemuk di atas angka nasional.

Selain memperhatikan kesehatan tubuh anak , orangtua juga perlu untuk melatih anak dalam berbagai bahasa asing. Kursus les bahasa inggris dan perancis merupakan pilihan tepat agar anak memiliki bekal berbahasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *