Tips Mengatasi Batuk dan Nakal pada Anak

Batuk tak juga Sembuh

Salam Dokter Rifan, anak saya (4 bulan), BB nya hanya 5 kg. Tapi anaknya kelihatan aktif. Pada usia 2 bulan saja dia sudah bisa tengkurap sendiri. Yang ingin tanyakan apakah BB anak saya termasuk normal? Untuk diketahui, sejak umur 2 bulan dia menderita batuk yang sampai sekarang belum sembuh juga. Saya sudah berkonsultasi ke dokter anak dan disarankan untuk melakukan ­ sioterapi sebanyak 6 kali. Saat sudah ke 6 kalinya batuknya sudah mendingan, tapi belum sembuh total. Saya mohon saran, apa yang harus saya lakukan untuk menyembuhkan batuk anak saya? Lalu, apakah anak saya sudah bisa dirontgen? Terima kasih atas jawaban Dokter Rifan. Lian Tjoei – Semarang (via e-mail)

Ibu Lian yang baik, sebenarnya berat badan ideal seorang anak itu selain berdasarkan usianya juga lebih berdasarkan tinggi badannya saat itu. Sayang sekali ibu tidak mencantumkan jenis kelamin dan tinggi badan anak Ibu. Namun melihat perkembangan motoriknya kesannya masih dalam batas normal. Mengenai masalah batuk yang berulang dan telah berlangsung lama dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti faktor alergi, infeksi berulang, batuk pasca infeksi virus, refluks gastroesofageal (aliran balik isi lambung ke atas), tuberkulosis paru dan sebagainya. Ada baiknya Ibu membawanya ke dokter anak subspesialisasi respirologi anak di kota Ibu agar ia dapat diperiksa dengan lebih cermat untuk mengetahui penyebab batuk berulangnya dan jenis terapinya.

Menangani kenakalan anak

Ibu Mayke yang baik, saya ingin tanya, hukuman seperti apa yang bisa diterapkan pada anak tanpa menimbulkan sakit hati. Sebabnya sering saya baca, membentak pun sebetulnya tidak disarankan. Kalau anak-anak nakal, lalu orangtua terpancing emosinya, bagaimana cara marah yang diperbolehkan? Saya punya dua anak anak (7 dan 5 tahun), kadang-kadang kesal dengan ulah mereka. Tapi kalau ditegur saja, sering sekali mengulangi kesalahannya. Sejauh ini, Alhamdulillah, saya belum pernah memukul anak. Mohon saran Ibu Mayke, cara menangani kenakalan anak. Terima kasih. Widya – Semarang

Ulah apa yang dilakukan kedua anak Ibu? Apakah melanggar peraturan, misalnya berisik ketika seharusnya semua tenang karena sudah malam dan waktunya untuk tidur? Atau ketika mandi mereka tidak segera mandi, melainkan bermain air dan berlama-lama di kamar mandi? Memang marah-marah, mengancam, apalagi menggunakan hukuman ­ sik sebaiknya dihindari. Jadi orangtua perlu cerdas untuk menyiasatinya. Misalnya terapkan peraturan bahwa mereka boleh bercengkerama sebelum tidur, berikan waktu 15 – 30 menit untuk mengobrol, mendengarkan cerita, namun ketika lampu kamar dimatikan, tidak ada lagi yang berbicara.

Tetapkan aturan bahwa mereka tidak lagi boleh bermain yang terlalu heboh, sebab sudah diberi kesempatan di sore hari. Ketika mandi, berikan batas waktu, mereka boleh mandi sampai maksimal 30 menit, setelah itu harus stop dan keluar dari kamar mandi. Agar peraturan yang diterapkan bisa berjalan dengan baik, mau tidak mau perlu pemantauan orangtua. Pada intinya, berikan pengertian pada anak, bahwa orangtua telah memberikan kesempatan pada anak melakukan apa yang mereka inginkan, tetapi ada batasnya, dalam hal waktu, kapan dilakukan, dan aktivitas yang dibolehkan. Sekian dan mudah-mudahan Ibu beserta suami dapat mencoba saran-saran yang diberikan.

Simak juga website cara mendidik anak dan parenting agar mendapatkan informasi tambahan menjadi orangtua yang baik dan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *