Program Revitalisasi Untuk Sekolah SMK

Program Revitalisasi Untuk Sekolah SMK

Program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan bentuk implementasi atas Instruksi Presiden No. 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia. Inpres tersebut melibatkan kerja besar karena melibatkan kerja lintas kementerian dengan tupoksi yang berbeda sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Presiden.

Dalam Inpres tersebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditugaskan dalam 6 hal yaitu membuat peta jalan revitalisasi SMK, memperbaikai serta menyelaraskan kurikulum sekolah SMK dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pengguna lulusan (link and match), meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SMK, Meningkatkan kerja sama dnegan Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha dan Industri, kemudian meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK serta yang terakhir adalah membentuk kelompok kerja pengembangan SMK. Kesemua arahan Presiden tersebut sudah semua dijalankan dan dikerjakan oleh Direktorat terkait dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Termasuk yang menjadi tugas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, semua sudah dilakukan dengan baik dan terus melakukan progresifitas kerja, ungkap Sutanto, Sekretaris Jenderal Dikdasmen Kemdikbud.Tahun 2018 ini terdapat 219 SMK yang fokus untuk dilakukan perubahan besar. Sekolah tersebut mendapatkan intervensi dari pemerintah melalui bantuan pengembangan baik yang sifatnya fisik maupun non fisik.

Bantuan fisik yang diberikan seperti contoh adalah pembangunan ruang praktik siswa dan pemberian peralatan praktik. Bantuan tersebut tidak lain merupakan wujud untuk mendorong sekolah agar praktek pembelajaran berjalan efisien dan efektif sehingga bisa menghasilkan lulusan SMK yang terampil dan kompeten. Selain itu pula untuk tahun 2019 kita meningkatkan jumlah sekolah yang akan direvitalisasi menjadi 350 sekolah”. Ujar Pak Sutanto. Pak Sutanto pun menambahkan, Selain itu pula, Kebijakan Program sekolah revitalisasi ini in-line dengan program pembangunan nasional Presiden yang tertera dalam Nawacita dengan fokus pada sektor sektor tertentu seperti kemaritiman, kelautan, pertanian dan sektor lainnya.

Hal itulah yang dilakukan oleh kami Dirjen Dikdasmen yang dalam implementasinya dikerjakan oleh Direktorat Pembinaan SMK dengan fokus pada 4 bidang keahlian yaitu kemaritiman, pertanian, pariwisata dan seni dan insustri kreatif. Bidang tersebut menjadi fokus pembangunan SMK sekaligus pula mendukung program Presiden. Dalam hal kurikulum, kita juga sudah melakukan penyesuaian terhadap kurikulum industri, dan juga melibatkan industri dalam proses pembelajaran di ruang kelas.

Sedangkan terkait dengan kerja sama industri, kita sudah membuat badan khusus yaitu BKK (Bursa Kerja Khusus) yang walaupun kehadirannya belum maksimal namun ke depan fungsionalitasnya dan kinerjanya akan terus kita tingkatkan. Selain itu pula kita mendorong sekolah untuk memajukan teaching factory di sekolahnya. Ujar Pak Setditjen Dikdasmen. Terkait dengan guru, standarisasi tingkat pendidikan formal minimal S1 atau D4. Tidak hanya pendidikan formal, tetapi dalam pendidikan ketrampilan juga. Para guru diupgrade kemampuannya dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Semua guru yang mengajar di SMK juga sudah memenuhi kriteria guru profesional yaitu para guru yang lulus pada Uji Kompetensi Guru (UKG). Last but not least, sesuai dengan visi dan misi yang tertera dalam peta jalan revitalisasi sekolah menengah kejuruan yaitu mendorong dan menyiapkan lulusan SMK untuk berwirausaha. Tahun 2019 kita sudah menyiapkan 1.100an SMK yang Mengembangkan Pendidikan Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Kita akan terus mendorong lulusan berpikir kreatif, memunculkan ide baru sebagai alternatif selain bekerja.

Bangunan sekolah SMK juga megalami perbaikan, baik dari sisi infrastruktur ataupun fasilitas sekolah. Jangan sampai kalah dengan sekolah swasta jika ingin sekolahan SMK kembali dilirik orang tua murid. Salah satu fasilitas baru ialah genset sebagai energi cadangan selain dari PLN. Dengan kehadiran genset, kegiatan mengajar di sekolah sudah tidak terganggu lagi dengan kondisi listrik. Rata-rata genset didatangkan dari wilayah kota Pontianak, sebab harga genset di kota pontianak lebih miring dibandingkan tempat lainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *